Wednesday, March 26, 2008

Suami Pergi Bini Digerayangi


Aneh memang, yang pegel-linu pasiennya, kok malah yang pegel-nikmat dukun pijatnya. Terapi pengobatan cara apa itu? Cara apa lagi, kalau bukan caranya dukun cabul Mat Jais, 35? Tapi gara-gara kenikmatan sesaat itulah dia dilaporkan ke polisi oleh Ny. Dewi, 42, pasiennya. “Bayangkan Pak, sementara suami pergi melengkapi persyaratan, dia malah sibuk ngobok-obok saya…,” tutur wanita dari Duri Pulo (Jakpus) itu pada polisi.

Terapi pengobatan gila-gilaan ini memang berawal dari kecerobohan Ny. Dewi, yang tampangnya cantik, tapi goblok! Bagaimana tidak? Ketika ada gangguan di tubuhnya, dia bukan mendatangi dokter ahlinya, tapi malah pergi ke pengobatan alternatip. Mungkin demi pengiritan, mungkin juga saking kuatnya promosi si dukun yang pernah didengarnya.

Ilmu pengobatan tradisional dukun Mat Jais memang sudah banyak didengar di kalangan relasi dan kolega Ny. Dewi. Prestasi dan keampuhannya telah banyak dirasakan. Hanya dengan pijitan tertentu di bagian yang terasa sakit, keluhan itu akan segera hilang. Hebatnya lagi, Mat Jais ini tak mau pasang tarif. Diberi berapapun pasiennya, diterima dengan senang hati. ‘Ikhlas dari ibu, halal bagi saya….,” begitu orang-orang menirukan prinsip Mat Jais yang rada-rada berbau tukang ngamen.

Kebetulan kali ini yang jadi pasiennya Ny. Dewi, warga Duri Pulo Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Sudah beberapa waktu lamanya dia mengalami gangguan metabolisme pada tubuhnya. Efek yang dirasakan badan menjadi pegel linu, keluar keringat dingin, siang panas, malam dingin. Nafsu makan hilang, nasi sesendok pun tak bisa masuk, tapi lontong empat biji habis!

Akhirnya dukun pijat Mat Jais pun jadi harapan satu-satunya. Dukun muda itu segera dipanggil datang ke rumah. Celakanya, sebagai dukun muda Mat Jais tak bisa melihat barang mulus bebas dempul. “Belanja kue ke Pasar Senen, tetangga cantik tak mau ikut. Kesehatan memble jangan dianggap tumben, segera baik dengan cara diurut,” begitu pantun promosi Mat Jais begitu tiba di rumah Ny. Dewi.

Hati kecil Mat Jais memang terkagum-kagum pada calon pasiennya ini. Ini memang pasien yang jarang ada. Sudah cantik, kulit putih mulus lagi, ditambah bodinya yang seksi menggairahkan. Maka begitu melihat Ny. Dewi, otak si dukun pijit ini jadi ngeres. Bagaimana ya caranya agar bisa memanfaatkan segala kelebihan wanita itu dengan atas nama pengobatan?

Cara jitu pun segera ditemukan. Jaka, 48, suami Dewi yang kala itu menunggui terapi pengobatannya, diminta menyiapkan sejumlah piranti untuk kelengkapan pengobatan. Sengaja syarat-syarat itu ujudnya segala sesuatu yang tak bisa diperoleh di warung-warung atau pasar terdekat. Segala minyak pengobatan cina disebut, sehingga memaksa Jaka harus memburunya ke daerah Pasar Jatinegara.

Agaknya syarat aneh-aneh itu tak dicurigai oleh Jaka, sehingga apa yang disebut dukun Mat Jais dia segera menyanggupi. Dengan menggunakan sepeda motor dia pergi mencari minyak-minyak urut nan manjur itu. Padahal sejatinya, begitu Jaka amblas dengan motornya, Mat Jais mulai menerapkan “renstra” alias rencana strategis jangka pendek maupun jangka panjang, agar Ny. Dewi ini kelojotan dan menggelinjang!

Yang pertama kali dilakukan adalah, memerintahkan pasien cantik itu untuk melepas segala pakaian yang dikenakan, alias telanjang bulat. Alasan pun disiapkan, katanya agar jampi-jampinya nanti lebih meresap. Ketika Ny. Dewi menyatakan keberatan, Mat Jais menurunkan sedikit persyaratannya. “Ya sudah pakai sarung nggak apa, tapi harus tetap telanjang lho ya….,” instruksi Mat Jais.

Agak-agak sedikit risih, Ny. Dewi memenuhi persyaratan itu. Diapun hanya mengenakan sarung saja, sementara Mat Jais mulai memijit daerah-daerah yang dianggap titik sumber penyakitnya. Ketika Dewi agak lengah, tiba-tiba Mat Jais meremas dua gunung kembar di dada pasien yang jelas bukan Merapi dan Merbabu itu. Ketika Dewi kaget dan protes, Mat Jais dengan cepat beralasan: maaf, titip penyakitnya ternyata di situ. Maka meski pemiliknya protes, ditelateni terussss!

Namun Mat Jais tak hanya puas sampai di situ. Pada kesempatan lain, jari telunjuknya justru masuk ke “perangkat lunak” Ny. Dewi yang mustinya hanya menjadi wilayah pribadi Jaka suami sang pasien.Kali ini si paseien baru sadar bahwa telah salah pilih dukun cabul. Maka sebelum suami pulang, dia segera mengusir Mat Jais sekalian memberikan ongkos pengobatannya. “Enak bagi kamu, tapi tidak enak bagi saya…,” omel Ny. Dewi ketus.

Ketika suami pulang, Ny. Dewi segera menyampaikan segala kecabulan dukun Mat Jais. Tentu saja Jaka marah-marah, tapi dukun cabul itu sudah tak ada di tempat. Jalan satu-satunya hanyalah melapor ke polsek Gambir, dengan tuduhan pencabulan penggerayangan. “Masak, payudara saya diremas-remas, pengobatan macam apa itu,” gerutu Ny. Dewi berkepanjangan.

1 comment:

renheart gunawan said...

Pijat Khusus wanita Jakarta (real massage/No seks oriented)
Tenaga pria berpengalaman umur 43th,

Untuk lelah/Capek :
Tradisional massage
Thai massage
Relaxsasi massage
Aroma therapy

Untuk keharmonisan keluarga :
Tantra yoni massage
Frigid therapy
Orgasm therapy
Breast massage

Menerima pijatan relaxsasi untuk ibu hamil
Mengunakan Oil Massage berkualitas dari Bodyshop

Hanya 50.000/jam
Khusus panggilan
Call/sms : 082185461581 (renheart)

http://pijatwanitadanpasutri.blogspot.com/