Thursday, March 27, 2008

Mau Kondangan Apa Kelonan?


Ribet kali ya, kondangan ngajak bini? Makanya ketika istrinya, Reni 20, merengek-rengek mau ikut kondangan, Mujeri, 25, warga pengantin Ali ciracas (Jaktim) ini menjadi kalap. Bininya di hajar sampai jontor mulutnya, baru dia berangkat kondangan dengan pakai jas dan minyak wangi. Padahal sementara dia berhaha-hi dia arena resepsi, di rumah istrinya sudah siap-siap lapor polisi.

Ini kisah istri manja yang maunya mengekor kemana saja suaminya pergi. Tapi hal ini terjadi karena tanpa sebab akibat. Ny. Reni tahu persis, suaminya suka main cewek, mentang-mentang ganteng macam Farhan presenter Anteve saja. Makanya bagi Reni tanpa kewaspadaan nasional dan pengawasan melekat ala wapres Sudharmono dulu, Mujeri suaminya bisa hewes-hewes bablas sungguhan!

Namanya juga sumi yang ingin bebas merdeka tanpa tekanan pihak asing manapun, Mujeri tidak peduli dengan sikap protek istri yang terlalu ketat. Seperti hari Minggu kemarin dulu, ketika ada undangan perkawinan rekannya, ia bermaksud jalan kondangan sendiri. bahkan rerasanan dengan istri bahwa mau menghadiri resepsi perkawinan, juga tidak. Agaknya bagi Muheri, istri sekedar pelengkap penderita!

Digang depan rumahnya, Mujeri sudah pakai jas lengkap, berdasi, sepatu mengkilap dan minyak wangi dari ketiak sampai selengkangan. Dia mondar-mandir selalu mengawasi jalan raya, seperti menunggu seseorang. Ketika istrinya bertanya mau kondangan kemana, dia menjawab dengan ketus, " Mau tau aja luh...,"sahutnya sambil mengawasi sesuatu di jalan raya.

Untuk kesekian kalinya Reni terpaksa mencurigai suami ke perangai buruknya selama ini. Jangan-jangan dia sedang menunggu cewek yang mau menghampiri. Takut kecurigaan itu menjadi kenyataan, Reni pun bertekad mau ikut kondangan. Untuk mengimbangi suaminya yang ganteng, dia juga sudah siapa dengan busana muslimah ala Inneke Koesherawati. Jilbab warna hijau muda dipadu dengan baju dan bawahan yang sama-sama hijau tua, pasti cakep dech.

Akan tetapi niat Reni pupus ditengah jalan. Soalnya Mujeri bersikeras tidak mau mengajak istrinya kondangan. Dia beralasan, seluruh temannya juga tidak ada yang mengajak pasangannya. Ini acara khusus untuk kaum lelaki saja. " Udah kamu di rumah saja. Kalau butuh salad, nanti saya bawain, yang biru apa sawi kriting...?
malah meledek begitu ledek Mujeri.

Tanpa menanggapi ledekan suami, Reni langsung kembali kerumah dan berdandan, pakai busana muslim dan jilbab kesayangannya.Dengan langkah berjingkat-jingkat karena pakai hak tinggi, dia mendekati suami dengan penuh percaya diri. Tapi tak tahunya suaminya marah. Kata Mujeri mendingan tak jadiberangkat dari pada di kintil sang bini.

Iring-iringan suami itu kembali kerumah. Tapi setibanya di dalam langsung bininya di maki-maki habis-habisan. Renipun tak mau kalah. Dengan kepergian kondangan yang mencurigakan, dia menuduh Mujeri pasti mau selingkuh. "Ala kondangan segala buat alesan, abang mo selingkuh kan? Hayoo ngaku saja! "tuduh wanita tang tahu persis tabiat suaminya selama ini.

Kalimat itu baru saja selesai, tangan Mujeri langsung menyambar mulut istrinya plakk...! Reni kaget sekali. Tak biasanya suaminya sekasar ini.Selama ini yang terjadi, mulut disambar dengan mulut, alis bermesraan. Lha kok sekarang tega main tempeleng. Bapaknya saja yang membesarkan da membiayai tak pernah main tempeleng sama anak. Huuu, huuu, huuu, begitu tangis Reni melolong-lolong.

Akhirnya Mujeri kehilangan selera untuk pergi kondangan. tapi begitu istri nangis ungkep-ungkep dikamarnya, dia menyambar jasnya dan jadi juga kondangan dengan naik taksi. Padahal, sementara dia haha_hihi dengan rekan koleganya ditempat reseps, sang istri itu juga lapor ke Polsek Ciracas, minta agar Mujeri di tangkap atas penganiayaan pada bini sendiri.

Halah, halah, Mujeri. Bener kondonagan, apa...kelonan?

No comments: