Tuesday, July 29, 2008

Gugur Di Ranjang Mesum


Lemah jantung ketemu lemah syahwat memang repot. Ketika Menik, 37, masih membutuhkan, suami sudah tak mampu lagi memuaskan. Tapi sungguh buruk penyelesaian itu. Habis kontrol jantung, sempat-sempatnya Menik selingkuh dengan pengojek. Padahal, usia main dia langsung tewas di ranjang mesum.

Alangkah malang nasib Ny. Menik dari Pacitan (Jatim) ini. Meski suaminya seorang kepala sekolah, tapi tak merasakan kebahagiaan hidup. Bukan karena gaji suami selalu banyak potongan, tapi kenikmatan ranjangnya sering terpotong ketika tengah melayani suami. Pasalnya, Pak Kepsek SD itu menderita penyakit “edi tansil” alias ejakulasi dini tanpa hasil. Atau bahasa “akademik”-nya, DRS Med alias: Dereng Rampung Sampun Medal.

Makin sempurna kemalangan ini, karena Menik juga pengidap penyakit lemah jantung. Bisa dibayangkan, penyakit kok datang ombyokan; suami lemah syahwat, istri lemah jantung. Gara-gara penyakitnya itu pula, dia sering mendadak kejang-kejang, napas tersengal-sengal sementara wajah membiru. Asal terima kabar mengagetkan, penyakit istri Pak Kepsek itu pasti kambuh. Seminggu lalu Ny. Menik juga langsung kejang-kejang, ketika dengar kabar Presiden SBY akan menarikkan harga BBM 30 persen!

Agar penyakit menyiksa itu enyah dari tubuh, tak pernah henti Ny. Menik mencari obat, dari yang tradisional hingga lewat penanganan dokter. Akibat perburuan itu dia sampai berobat ke RSUD Dr. Sudomo Trenggalek, segala. Sebab dengan dokter internisnya di sana Ny. Menik merasa cocok. Maka sebulan sekali dia selalu kontrol penyakitnya ke sana. Bayangkan, Pacitan – Ponorogo – Trenggalek harus di tempuh dengan bis sebulan sekali, demi kesembuhan penyakit.

Namun dasar Ny. Menik punya bakat selingkuh cukup tinggi. Meski dalam kondisi sakit lemah jantung, masih juga ingat kebutuhan syahwat yang jarang terpuaskan. Di Trenggalek ini dia kemudian kenal dengan tukang ojek Jumono, 38, warga Desa Kertosono Kecamatan Panggul. Pertama kali sekadar mengantarkan Ny. Menik dari terminal Trenggalek ke RSUD Dr. Sudomo, tapi lama-lama disuruh pula mengantarkannya ke kenikmatan “surgawi” di alam fana.

Ini selalu dilakukan sebulan sekali nyaris tanpa jeda, seiring dengan jadwal Ny. Menik kontrol penyakitnya. Setiap usai kontrol di rumahakit, pastilah keduanya lalu mencari kamar di sebuah hotel. Di sana Menik memuaskan kebutuhan biologisnya, satu hal yang jarang terpuaskan di rumah sendiri. Apa lagi Jumono sebagai lelaki masih muda dan enerjik selalu bisa memenuhi selera Menik. “Pacu terus sampai tua….,” begitu semboyan sang pengojek.

Akan tetapi kemarin dulu merupakan hari apes bagi Ny. Menik. Seusai berobat ke RSUD Dr Sudomo, dia mampir ke hotel Widowati bersama gendakannya. Seperti biasanya keduanya pun lagu “berlaga” di ranjang mesum. Tapi sial, baru saja usia bertanding, Ny. Menik langsung kejang-kejang dalam kondisi masih bugil. Jumono segera berlari mencari bantuan, tapi ketika tiba kembali istri Kepsek di Pacitan itu sudah tewas. Tak urung Jumono jadi urusan polisi. Bukan saja takut dituduh sebagai penyebab kematian selingkuhan, juga malu kisah mesumnya ketahuan banyak orang bahkan masuk koran segala.

Nah, sekarang gilirannya masuk rubrik Nah Ini Dia.