Thursday, April 3, 2008

Lho, Diperkosa Kok Nambah


Makanya, jadi janda tidur jangan sembarangan. Kalau lagi ketemu pemabuk yang tidak bertanggungjawab, bagaimana? Gara-gara celana dalam kelihatan saja, Ny. Anik, 42, siang-siang kehilangan kehormatan, diserobot Ujang, 35, pemuda pengangguran tetangganya. Uniknya, katanya diperkosa kok sempat-sempatnya sijanda mau diajak nambah beberapa kali! Lalu di mana perkosaannya?

Anik memang janda STNK di Desa Tambak Kecamatan Kibin Kabupate Serang (Banten). Meski sudah beranak tiga, bodinya masih seksi menggiurkan, sekel nan cemekel (enak dipegang) orang Jawa bilang. Dia memang mahir merawat tubuh, sehingga tetap dalam posisi 55 kg dalam ketinggian 160 cm seperti dirinya, jadi pas nan ideal. Bahkan kalau pinjam istilahnya sebuah mingguan berita, model Ny. Anik ini enak dikeloni dan perlu!

Hari-hari biasa di rumah dia hanya mengenakan daster saja, merk Kencana Ungu. Tapi giliran pakai kebaya di kala menghadiri resepsi, jadi manusia langka di jagad ini. Ibu-ibu lain pakai jilbab dan celana panjang, dia tetap pede dengan kebayanya, lengkap dengan kondenya yang segede roda bemo. Tapi justru di sini Anik nampak keanggunannya. Untung dia sudah menjanda, kalau masih ada suami, pulang kondangan pasti jadi lain urusannya!

Adalah Ujang tetangga satu gang Ny. Anik. Meski dia pengaggur tulen dari abad ke abad, punya juga wacana untuk bisa berbagi cinta bersama si janda yang enak dikeloni dan perlu itu tadi. Cuma ya itu tadi, karena menyadari dirinya yang tak punya modal apa-apa, selama ini ya sebatas wacana dan wacana terus. Bila melihat Ny. Anik lewat depan rumahnya dengan kebaya dan konde gede, dia lalu berkhayal bagaimana asyiknya menggumuli janda beranak tiga tersebut.

Kalau boleh dikatakan sejujurnya, Ujang ini memang penggila pakaian kebaya yang mulai ditelan peradaban. Jika Tuhan mengijinkan dia punya bini, dia akan paksakan si istri pakai kebaya setiap keluar rumah. Kalau di rumah sih pakai daster saja nggak apa, nggak pakai apa-apa juga boleh. Soal masuk angin, nggak masyalah, toh masih ada Basuki yang siap menghewes-hewes sampai bablas angine!

Untungnya, sementara jodoh tak pernah dicapai tangan, Ujang selalu terhibur oleh penampilan Ny. Anik yang janda itu. Manakala dandanan ala putri Solo tersebut melintas depan rumah, jakun dan pendulum Ujang serta merta turun naik. Sampai-sampai setan yang selama ini acuh padanya, mulai timbul empati. “Kasihan deh lu, sedari dulu hanya terpesona akan kemasannya, tapi kapan menikmati isinya,” kata setan meledek.

Reseh memang itu setan. Tapi kalau nggak reseh, ya bukan setan. Maka meski itu hanya ledekan, setidaknya memberi semangat pada Ujang untuk lebih maju, sukur-sukur bisa “maju mundur” bersama janda Anik. Tapi kapan? Modal pengangguran begitu mana sudi Ny. Anik jadi istrinya. Jaman sekarang modal tampang saja tidak laku. Mendingan wajah tidak cakep-cakep amat, tapi cakap mencari duit.

Ingin sebetulnya, dan sangat ingin memang Ujang untuk bisa memiliki janda Anik. Tapi lagi-lagi keterbatasan dirinya membuat janda sebelah rumah tersebut hanya jadi bahan khayalan di kala mabuk bersama teman-teman. Bahkan ternyata, teman-teman yang lain memiliki perasaan yang sama, semua berkhayal tentang asyiknya janda Anik. “Aku pengin punya bini seperti Anik, seperti Maria Eva, seperti Alda, seperti Elfarini,” kata mereka, namanya juga tukang mabuk.

Namun kejadian beberapa hari lalu itu betul-betul bukan mimpi-mimpi kalangan pemabuk. Saat Ujang pulang mabok sekitar pukul 22.00 dia melihat janda Anik ketiduran di sofa ruang tamu. Yang sangat menarik dan selalu diimpikan selama ini, dasternya tersingkap sehingga celdamnya nampak jelas. Langsung spanengnya naik, lalu kata-kata setan bahwa isi itu lebih perlu dari kemasannya, terngiang-ngiang ditelinganya.

Dengan paksa didekapnya wanita tersebut, lalu dilucuti. Ny. Anik mau berontak, tapi terus ditindih dan diancam. Akhirrnya dia pun pasrah daripada kehilangan nyawa. Uniknya, meski tadi merasa seperti diperkosa, ternyata Anik bisa melayani Ujang lebih dari sekali. “Tuh kan, katanya mau panggil Hansip, akhirnya malah bilang sip, sip, sip,” lagi-lagi setan ngegrecokin.

Ujang ternyata tak bisa berlama-lama menikmati “duren jatuhan”. Ada ABG tetangga yang memergoki. Melihat Ny. Anik bugil bersama Ujang tetangganya, dia pun teriak memangggil warga. Penduduk berdatangan, dan demi keselamatan dirinya Ny. Anik tetap mengaku habis diperkosa. Walhasil Ujang rame-rame digebuki penduduk sampai babak belur. Baru diserahkan ke Polres Serang.

1 comment:

Anonymous said...

salut deh... gaya bahasanya saya suka, tidak vulgar tapi bikin gemes, he he he .... saya baca sampai 8 episode lho malam ini...

dan terpaksa harus di bookmarks...

bye, oceng, mksr.