Wednesday, August 6, 2008

Selingkuh Kok Depan Ipar

Banyak orang selingkuh, tapi tak senekad Jarwoto, 36, dari Madiun (Jatim). Tahu sang gendakan berumah dekat kakak istrinya, dia masih juga nyosorrr. Maka tahu rasalah akibatnya. Saat tumpang tindih di kamar dalam kondisi bugil, digedor-gedor kakak iparnya dan kemudian dilaporkan ke Polsek Kare.

Waspadalah bagi selingkuhwan dan selingkuhwati. Ketika Anda melebarkan sayap permesuman, tanpa disadari dunia sering menjadi begitu sempit. Rumput hijau atau seprei kusut dalam kamar, sering tiba-tiba menjadi informan jitu yang mampu membongkar skandal. Tengok kelakuan Jarwoto warga Desa Kare Kecamatan Kare (Madiun) ini. Janda yang selama ini mengharu biru perasaannya, ternyata berumah berdampingan dengan Kasidi, 40, kakak istrinya yang tengah jadi TKW di Malaysia.

Tapi Jarwoto memang peselingkuh berdarah dingin. Ketika sudah kadung nafsu banget, biar Titik, 29, bertetangga dengan kakak iparnya sendiri, tetap dijalani terus. Prinsipnya, di negri ini apa pula yang tak bisa disiasati? Memangnya Kasidi akan selalu di rumah? Memangnya dia tak punya kesibukan sendiri? Nah, di kala sang kakak ipar lengah, barulah dia melancarkan serangan mematikan. Pastilah bakal aman secara mantap terkendali. "Sluman slumun slamet (untung-untunan) lah," begitu kata Jarwoto dengan berfilosofi Kejawen.

Jarwoto sudah 6 bulan lebih menjalani puasa wanita, semenjak istrinya memburu ringgit di Malaysia sebagai TKW. Awalnya biasa-biasa saja jauh dari bini. Tapi ketika kenal Titik yang semog (seksi) ayu dan nada-nadanya memberi harapan, mendadak pusinglah dia. Ketika ditempel secara intensif dan janda itu memberikan alamat, lho lho… kok berdekatan dengan rumah Kasidi kakak istrinya? Apakah ini bukan bunuh diri? Cepat atau lambat pastilah: ooo ketahuan, pacaran lagi….; macam lagunya "Matta Band" itu.

Tapi untuk urusan selangkangan, setan selalu membantu. Jarwoto yang agak takut-takut itu pun dimotivasi agar menjadi pemberani. Kata setan, masak si kakak ipar akan selalu di rumah. Di kala dia pergi, di situlah serangan dilancarkan. Kalau perlu, menyatroni si janda di malam hari saja, usahakan jangan sampai ketemu keluarga Kasidi.Toh keluarga Titik kan belum tahu soal hubungan Kasidi - Jarwoto ini. "Jadi pasti aman Bleh, ente bisa berselingkuh ria dengan tenang," kata setan memberi semangat.

Belajar "Selingkuh tanpa guru sistem 50 jam" karya setan ora iman itu benar-benar dipraktekkan. Hanya malam hari saja dia menyambangi rumah Titik. Lantaran situasinya aman terus, mulailah target selingkuh itu dipraktekkan. Meski bukan suami istri, dengan tenang Titik - Jarwoto kelon berbagi cinta. Itu dilakukan bukan sekali dua kali, tapi langganan. Prinsipnya, boleh boleh saja harga BBM naik 30 persen, tapi BBM (Bobok-Bobok Malam) versi Jarwoto harus tetap berlangsung. Kan seusai BBM bisa BLT (Bercinta Langsung Tidur).

Tapi seperti kekhawatiran awal, kisah mesum Jarwoto lama-lama tercium juga oleh Kasidi. Jelas dia marah, cinta suci adiknya dikhianati di depan matanya. Saking penasarannya, beberapa hari lalu dia nekad membuktikan info itu. Dengan memanjat almari, dia bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di kamar Titik janda tetangga. Dan ternyata benar. Malam itu nampak Titik - Jarwoto tengah berbugil ria dalam posisi tumpang tindih macam kodok di empang musim penghujan. "Setan alas, keluar kalian semua," kata Kasidi tak terkendali, sambil menggedor-gedor kamar tetangganya.

Jarwoto tak berkutik di depan kakak iparnya. Seperti anak TK habis mandi pagi, dia diminta Kasidi mengenakan pakaiannya, begitu pula Titik. Habis itu polisi Polsek Kare ditelepon dan kemudian menggelandang keduanya ke kantor polisi. Dalam pemeriksaan Jarwoto mengakui segala perbuatannya. Namun demikian dia masih mencoba mencari pembenaran juga atas petualangannya. "Enam bulan tak ketemu bini saya nggak tahan, Pak. Coba kalau bapak sendiri bagaimana?" kata Jarwoto. Lha ya embuh.